Berita

Prestasi Designer Indonesia Menembus Pasar Eropa

Banyak designer Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa dan meraih sukses dengan prestasi serta pasar yang mendunia. Berbagai penghargaan tentunya sudah mereka terima dari berbagai penyelenggara. Berbagai penghargaan tentunya sudah mereka terima dari berbagai penyelenggara. Hal ini dikarenakan para designer-designer muda ingin mengapresiasikan kecintaannya terhadap Indonesia dengan harapan dapat memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Tommy Ambiyo Tedji menunjukkan ekspresi jiwanya melalui tas. Pada 2010 dengan mengusung nama brand “BYO” yang merupakan gabungan antara fashion dan fiksi, Tommy menonjolkan keunikan dan membuat sesuatu yang baru dengan bermain di geometris, seperti mozaik. BYO diambil dari nama tengah Tommy, Ambiyo, yang bisa juga bermakna kehidupan, organisme yang hidup. Berani mendobrak gagasan yang lazim dengan bereksperimen, melahirkan tas berbahan tyvek (material lembaran seperti kertas, tak mudah robek) Tommy mendapatkan JFW Fashion Entrepreneur Award pada Jakarta Fashion Week 2017. Selain itu Tommy juga mendapatkan penghargaan sebagai The Most Promising Accessories Designer (Cleo Fashion Awards-Jakarta Fashion Week 2016) dan Good Design Indonesia 2017. Brand BYO tergabung dalam Indonesia Fashion Forward berkesempatan memamerkan produk di AQ Market, Paris Fashion Week 2016, dan mengikuti Los Angeles Fashion Week 2017, menampilkan koleksi Spring-Summer 2018.. Ciri khas menggunakan bahan PVC dengan permainan warna yang unik dan terkadang memiliki sentuhan translucent yang menarik menggambarkan minatnya pada science fiction. Kesan quirky dan teksturnya yang lembut serta kenyal membuat ragam tas buatannya diburu oleh para penggemar aksesori non-konvensional.

Amelia Rachim merupakan designer asal Indonesia yang namanya berkibar di dunia internasional berkat kiprahnya mendesain perhiasan dan memenangkan beberapa penghargaan di Eropa, US dan Kanada. Wanita kelahiran tahun 1985 ini berhasil menjadi pemenang termuda dalam sebuah kompetisi desain bertajuk “Design Time” yang diselenggarakan pada September 2011 oleh BREIL, sebuah ikon merek jam dan perhiasan ternama di Italia, dimana menyisihkan 3.037 desainer dari 96 negara.

Karya Amelia Rachim terbilang unik dengan konsep menggabungkan gaya elegan Eropa dengan ikon-ikon khas Indonesia. Sebut saja cincin Zamrud Khatulistiwa yang memenangi juara pertama dalam Enchanted Emerald Jewellry Design Challenge (2013) was held by a well-known Canadian jewelry brand, Mejuri. Untuk design Garuda Collection yang diangkat dari ikon burung garuda juga pernah menyabet Silver Award dalam gelaran A’ Design Award (2015) di Italia.

Cincin tersebut digunakan artis Hollywood, pemenang Emmy Award Kristin Chenoweth (pemain serial Glee) saat tampil di acara Oprah TV Show. Penyanyi Indonesia, Anggun. C Sasmi, juga menggunakan karyanya saat tampil di Concerto di Natale atau Christmas Concert di Italia. Cincin Zamrud Khatulistiwa telah menjadi ikon fashion dan ditampilkan di sejumlah majalah fashion dunia seperti Vogue, Elle, dan masih banyak lagi. Peraih Master Degree in Jewelry Engineering dari Politecnico University di Torino (POLITO) ini kini menetap di Italia dan bekerja dengan perusahaan perhiasan kenamaan di antaranya AMJ Design Sas., Novarank Srl., Manca Gioielli Snc., Marakò Gioiello Italiano Srl.

Hendro Hadinata, juga merupakan seorang desainer muda asal Indonesia yang berhasil lolos terpilih untuk mengikuti Salone Satellite,yaitu salah satu ajang furniture dan interior dimana dalam pameran Salone del Mobile khusus untuk desainer muda dibawah 35 tahun. Produk yang dipamerkan Hendro Hadinata adalah ‘Eve Light’ yaitu lampu LED berbahan silikon dibalut dengan anyaman metal/tembaga yang dibuat oleh perajin dari Sumba. Lampu ini dapat dilepas dan dapat digunakan untuk mendukung aktivitas di luar ruangan, produk ini dinilai sangat bermanfaat terutama untuk anak-anak dan orang-orang dengan kursi roda. Bahan tembaga telah dipercaya secara ilmiah dapat membantu mencegah penularan virus. Hendro merupakan pendiri dari Studio Hendro Hadinata dimana memiliki visi dengan design yang simple dan efisien tetapi dapat membantu permasalah dan kebutuhan yang ada. Sehingga dapat dilihat bahwa referensi budaya bisa menjadi jawaban akan kebutuhan saat ini.

Dengan adanya ajang perlombaan dan pameran yang diselenggarakan, dapat menjadi motivasi untuk para desainer dunia untuk mempromosikan budaya dan negaranya dalam kreasi tanpa batas. Ajang ini merupakan potensi membina hubungan antara dunia bisnis dan desainer muda agar dapat mempersiapkan diri memasuki pasar internasional.

Untuk informasi lebih lanjut perihal produk fashion dari Indonesia bisa menghubungi info@itpcmilan.it

Berita Terkait