Wigs and Eyelashes (HS6704)

Share Button

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan ekspor produk rambut palsu berpeluang meningkat, terutama dengan adanya negara-negara tujuan ekspor potensial seperti Bangladesh, Nigeria, Iran, Inggris dan Belanda. Amerika Serikat masih menjadi pasar utama produk rambut palsu dengan pangsa ekspor sebesar 66.94% dan mencatat tren kenaikan rata-rata sebesar 5.67%.

Selain Amerika Serikat, produk rambut palsu Indonesia juga memiliki pangsa di Malaysia sebesar 12.66%, Inggris 4.69%, Jerman 3.42%, Korea Selatan 2.61%, dan Kanada 0.83%. Perdagangan produk rambut palsu Indonesia secara keseluruhan mencatat surplus sebesar US$ 338,5 juta pada 2015. Indonesia memiliki pangsa sebesar 7.28 % terhadap total ekspor dunia.

Saat ini, Indonesia merupakan eksportir kedua terbesar rambut palsu di pasar dunia setelah China. Negeri Tirai Bambu itu masih menjadi pesaing utama Indonesia di pasar global dengan pangsa 78.59%. Ekspor rambut palsu China juga masih mencatat tren kenaikan yang signifikan yaitu 13.82%.

Indonesia juga perlu mewaspadai negara kompetitor lain yang cukup tinggi tren kenaikan ekspornya, seperti Bangladesh sebesar 99.98%, Senegal 87.97%, Inggris 19%, AS 13.04%, dan Filipina 12.94%. Adapun komposisi ekspor rambut palsu terdiri atas ekspor rambut palsu utuh dari bahan sintetik, jenggot, alis dan bulu mata palsu dari bahan sintetik, jenggot, alis, dan bulu mata palsu dari rambut manusia serta dari bahan lain.

Pada 2015, ekspor rambut palsu tercatat US$ 340.87. Pada Januari-Oktober 2016, ekspor mencapai US$ 313,61. Ekspor rambut palsu memiliki peranan sebesar 0.29% terhadap total ekspor nonmigas Indonesia.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *