Pearls (HS 7101)

Share Button

Mutiara merupakan jenis perhiasan yang diminati selama berabad-abad. Perhiasan yang terbentuk langsung dari mahkluk hidup bawah laut ini menjadikannya bagian dari aksesoris yang memiliki nilai tinggi. Menurut kategorinya mutiara terbagi menjadi tiga, yaitu mutiara asli (natural pearls), mutiara budidaya (cultured pearls) dan mutiara imitasi (imitation pearls).

Mutiara laut asli terjadi karena proses adaptasi kekebalan moluska terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya. Seiring kemajuan teknologi, batu mutiara laut asli dapat di hasilkan dengan budidaya melalui zat pengganggu secara sengaja dimasukkan ke dalam kerang-kerangan melalui proses pembedahan.

Sebagai salah satu negara penghasil terbesar mutiara laut selatan, Indonesia mempunyai potensi yang besar dalam melakukan usaha di bidang ini. Berdasarkan data dari BPS Ekspor mutiara Indonesia ke Dunia pada tahun 2014 sangat meningkat, hal tersebut dapat terlihat dari kenaikan hampir tiga kali lipat yaitu sebesar 5.213,7 juta dolar pada periode Januari-Desember 2014 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sebesar 2.751,3 juta dolar. Kenaikan tersebut mempengaruhi nilai share ekspor mutiara Indonesia, yang mengalami peningkatan year-on-year sebesar 3,18% di tahun 2014.

Perdagangan mutiara dari Indonesia ke Eropa terlihat stabil dalam jangka waktu lima tahun terakhir. Hal ini terlihat dari jumlah impor pada tahun 2011 sebesar 41 juta euro, meningkat pada tahun berikutnya menjadi sebesar 51 juta euro, namun pada tahun-tahun berikutnya jumlah impor mutiara dari Indonesia ke Eropa mengalami penurunan dalam jangka waktu 2 tahun berturut-turut, yaitu sebesar 47 juta euro pada tahun 2011 dan 43 juta euro pada tahun 2012. Sebaliknya pada tahun 2013 impor mutiara dari Indonesia ke Eropa naik sebesar 51 juta euro.

Berdasarkan kinerja impor Italia dari Indonesia terhadap produk mutiara secara keseluruhan mengalami tren positif pada periode 2011-2015 sebesar 12,73% dari nilai impor sebesar 0,269 juta USD pada tahun 2011 menjadi 0,390 juta USD pada tahun 2015. Untuk nilai impor mutiara Italia terbesar terjadi pada tahun 2014, sebesar 0,706 juta USD. Namun pada tahun berikutnya import mutiara dari Indonesia mengalami penurunan sebanyak -44,87% dengan nilai impor tahun 2015 senilai 0,390 juta USD.

Hambatan utama dalam perdagangan mutiara adalah tidak adanya sertifikasi kelayakan mutu mutiara atau standardisasi ekspor mutiara. Pada dasarnya Mutiara dari Indonesia tidak dapat disamakan dengan mutiara yang berasal dari Tiongkok, karena kualitas dan jenis mutiaranya berbeda. Mutiara dari Tiongkok adalah jenis mutiara air tawar dimana harga pasar mutiara tersebut jauh lebih rendah dari mutiara Indonesia. Dalam hal tersebut pentingnya sertifikasi mutu mutiara sebagai penjamin kualitas penjualan mutiara dari Indonesia.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *