Nutmeg (HS 0908)

Share Button

Indonesia merupakan produsen Pala terbesar di dunia dan menguasai 80% dari pasokan produk tersebut ke negara-negara Uni Eropa. Permintaan biji pala Indonesia dari Eropa tetap tinggi ditengah perlambatan ekonomi global. Pada awal Oktober 2014, Sulawesi Utara mengekspor biji pala, bunga pala dan daging buah pala kering ke Italia 84,94 ton. Volume sebesar 84,94 ton tersebut, mampu menghasilkan devisa bagi daerah sebesar 642.242 dolar Amerika Serikat (AS). Untuk biji pala, diekspor sebanyak 30 ton dengan sumbangan devisa sebesar 361.500 dolar AS, bunga pala 11,27 ton dengan nilai 164.467, serta daging buah pala kering sebanyak 43,56 ton dengan nilai 116.275 dolar AS.  

Produk turunan pala yang biasa diekspor ke Italia yakni biji pala, bunga pala, batok pala, dan daging pala.Daging pala sangat diminati masyarakat Italia sebagai bahan baku berbagai rempah, aroma terapi, dan bahan baku farmasi serta makanan ringan2.
Di tahun-tahun sesudahnya, kinerja ekspor produk pala Indonesia ke Eropa, khususnya Italia juga semakin meningkat. Ekspor pala dari Sulawesi Utara (Sulut) ke Belanda dan Italia (Eropa) pada Februari 2016 mencapai 19,81 ton. Rinciannya ekspor ke Belanda 12,45 ton dengan menghasilkan devisa  USD 136.455 dan ke Italia mencapai 7,36 ton atau senilai USD 57.697.

Kemudian pada bulan Maret 2016, Sulut telah mengekspor daging buah pala kering ke Italia sebanyak 21,78 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar US$ 50 juta. Ekspor komoditas biji pala ke Italia pada akhir tahun 2016 semakin tinggi dan semakin rutin untuk dilakukan menyusul permintaan terus berdatangan dari negara tersebut mengingat kebutuhan di akhir tahun sangat tinggi.

Pasar Italia masih sangat terbuka untuk pengiriman produk turunan pala asal Sulut, karena masyarakat disana sangat menyukai pala asal Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro). Pala asal Sulut diklaim salah satu yang terbaik di dunia, sehingga pasar Eropa sangat meminatinya, karena selain Italia yang menjadi tujuan ekspor pala yakni Belanda, Jerman dan Inggris. Diharapkan, petani dan pengekspor Sulut dapat memanfaatkan kesempatan ini dan dapat lebih meningkatkan lagi kualitas produknya agar tingginya permintaan akan produk buah pala tersebut makin meluas ke negara-negara lain di Eropa.

Baca laporan lengkapnya di bawah ini:

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *