Man-Made Staple Fibres (HS 55)

Share Button

Serat menurut arah panjangnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu serat-serat pendek atau biasa disebut staple dan filament. Filament adalah serat yang sangat panjang dan langsung dijadikan benang, sehingga istilah filament itu sering mengacu pada pengertian jenis benang. Berbeda halnya dengan filament, serat staple harus terlebih dahulu melalui proses pemintalan sebelum dijadikan benang.

Serat pada umumnya dapat dibedakan atau diklarifikasikan menjadi dua bagian, yaitu serat alam dan serat buatan (secara kimiawi). Serat alam terbagi kedalam tiga kategori besar, yaitu serat yang berasal dari tumbuhan, dari hewan dan material anorganik atau mineral Sedangkan serat buatan terbagi dalam tiga tahapan, yaitu yang bahan bakunya berasal dari alam tetapi kemudian mengalami proses polimerisasi lanjutan, ada yang bahan bakunya berasal dari hasil sintesis polimerisasi, dan yang ketiga yaitu yang berbahan dasar anorganik.

Nilai ekspor impor non migas indonesia pada tahun 2015 sebesar 131,79 juta USD serta nilai impor non migas sebesar 118,08 juta USD dimana salah satu diantaranya adalah produk HS55 yang termasuk pada Industri TPT.) Italia sebagai salah satu negara di Eropa dimana masyarakatnya memiliki selera akan mode baik dalam busana dan aksesoris lainnya yang menggunakan bahan baku serat staple menjadi peluang tujuan ekspor bagi negara-negar penghasil atau produsen serat staple, diantaranya negara di Asia dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Selain itu produk hasil serat staple Italia dapat ditemukan di negara-negara khususnya di negara Eropa seperti produk fashion dan yang menyertainya.

Untuk memasuki pasar serat staple Eropa khususnya Italia produk yang masuk ke negara tersebut harus memiliki standar kualitas yang sudah ditentukan dan sangat ketat seleksinya. Untuk itu menjadi tantangan bagi Indonesia agar lebih meningkatkan kualitas sesuai standar yang berlaku.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *