Jewellery Articles Other Than Silver (HS 711319)

Share Button

Indonesia mendulang surplus neraca perdagangan pada Februari 2016 sebesar Rp 1.15 miliar. Penopang utamanya peningkatan ekspor non migas dari komoditas perhiasan atau permata sebesar US$ 980 juta atau naik signifikan 153.8% dibanding Februari 2015. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor perhiasan terus mengalami peningkatan sejak 2010. Ekspor perhiasan atau permata Indonesia sepanjang tahun lalu menembus US$ 5.49 miliar. Realisasi ini naik 18.21% dibanding nilai ekspor 2014 sebesar US$ 4.65 miliar.

Sedangkan 5 produk perhiasan asal Indonesia yang sangat digemari negara lain dengan nilai ekspor tertinggi pada tahun lalu, yaitu perhiasan dan bagiannya dari logam mulia selain perak US$ 2.78 miliar, emas tidak ditempa US$ 833.97 juta, limbah dan scrap dari logam mulia senilai US$ 656.75 juta, emas dan bubuk emas US$ 543.42 juta serta perhiasan dan bagiannya dari perak senilai US$ 487.55 juta.

Perhiasan Indonesia diminati di berbagai negara, ada beberapa negara tujuan ekspor terbesar perhiasan sepanjang 2015. Perhiasan Indonesia banyak diekspor ke Singapura dengan nilai US$ 1,74, disusul Swiss di urutan kedua sebesar US$ 941,41 juta. Selain Singapura dan Swiss, ada juga Hong Kong, Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab, serta ke beberapa negara Eropa seperti Inggris, Belanda, Denmark, dan Swedia.

Dalam percaturan pertambangan emas dunia, Indonesia menempati urutan ke 12 dari penyuplai tambang emas dunia. Urutan pertama adalah China yang menyuplai 22% total produksi dunia dan 15% supply di Asia. Amerika Tengah dan Amerika Selatan juga merupakan negara penyuplai emas terbesar dengan persentase 17% dari total produksi global. Hal ini memicu terjadinya peningkatan nilai ekspor non migas terutama produk HS711139.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *