Cacao Powder (HS 1805)

Share Button

Italia pada umumnya mengandalkan suplai produk kakao olahan, baik itu dalam bentuk bubuk maupun mentega, dari Jerman, Belanda dan negara-negara penghasil kakao dunia. Indonesia termasuk dalam TOP 5 negara penyuplai ground cocoa bagi dunia, meski terlihat sedikit penurunan produksi selama periode tahun 2014-2015 sebesar 6%.

Ekspor kakao bubuk Indonesia ke Italia selama periode 5 tahun terakhir (2011-2015) mencatat trend negatif sebesar 25,29% atau bernilai US$ 50.000 pada tahun 2015. Penurunan ekspor bubuk kakao Indonesia ke Italia tidak lain dikarenakan adanya diskriminasi tarif bea masuk kakao olahan di Eropa. Produk kakao olahan asal Indonesia dikenakan tarif bea masuk berkisar 7,7% s/d 9,6%, sedangkan produk sejenis asal Afrika tidak dikenakan bea masuk (0%). 

Kinerja impor biji kakao dan produk kakao olahan Italia dari negara-negara produsen kakao dunia diprediksikan tetap positif seiring dengan bertumbuhnya produksi industri produk makanan manis berbahan dasar kakao di Italia. Peningkatan produksi tersebut didukung oleh tingginya konsumsi produk coklat per kapita di Italia sebesar 4 kg per tahun, serta tercatatnya peningkatan year-on-year untuk ekspor produk makanan berbasis kakao Italia di tahun 2015 sebesar 9,63%.

Terlepas dari hambatan dagang yang ada, pasar Italia dipastikan masih memberikan peluang yang cukup besar bagi upaya peningkatan ekspor bubuk kakao dari Indonesia. Hal ini dapat tercapai melalui perumusan strategi yang efektif dan tepat, khususnya dalam hal inovasi dan teknik produksi/pengolahan, peningkatan kualitas produk, penentuan saluran distribusi yang tepat, serta peningkatan kerjasama perdagangan komoditas antara pemerintah Indonesia dan Uni Eropa. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *