Cacao Powder (HS 1805)

Share Button

Bubuk Kakao atau dalam dunia perdagangan internasional diklasifikasikan dengan kode HS 1805 merupakan salah satu produk turunan dari komoditi kakao.Dari pengolahan biji kakao pasca tahap pemrosesan awal, yang terdiri dari fermentasi, pengeringan, pemanggangan (roasting) dan pengupasan kulit (winnowing), kemudian dihasilkan campuran potongan kakao (cocoa nib).

Potongan kakao ini selanjutnya digiling (grinding) untuk memisahkan bagian padat dari bagian cair. Kedua bagian tersebut masing-masing diolah lebih lanjut untuk menghasilkan bubuk kakao (dari bagian padat) dan mentega kakao (dari bagian cair). Beberapa negara di Eropa seperti Belanda dan Jerman merupakan penggiling kakao utama bagi dunia yang secara kumulatif memproduksi ground cocoa sebanyak lebih dari 900.000 ton selama periode tahun 2014-2015.

Dengan aktifitas sektor penggilingan kakao yang tergolong minim yang hanya menguasai share sebesar 6% dari total volume penggilingan kakao yang dilakukan di Eropa sebanyak 1,3 juta ton di tahun 2015, Italia mengandalkan suplai produk kakao olahan, baik itu dalam bentuk bubuk maupun mentega, dari Jerman, Belanda dan negara-negara penghasil kakao dunia. Strategi impor ini dilakukan guna mendukung keberlangsungan produksi industri terkait, diantaranya industri makanan, kosmetik dan farmasi yang dari sisi permintaan memperlihatkan trend positif dalam periode 5 tahun terakhir.

Konsumsi per capita untuk produk coklat di Italia dilaporkan semakin bertumbuh mencapai 4 kg per tahun, sementara ekspor Italia untuk produk makanan berbasis coklat juga menunjukkan trend peningkatan sebesar 2,16% selama periode 2011-2015. Italia juga merupakan home base bagi sejumlah pemain industri coklat ternama, seperti Ferrero SpA, Pernigotti SpA, Caffarel SpA dan Venchi SpA.

Sebagaimana dilaporkan International Cocoa Organization (ICCO) pada Grafik 1 di atas, Indonesia termasuk dalam TOP 5 negara penyuplai ground cocoa bagi dunia, meski terlihat sedikit penurunan produksi selama periode tahun 2014-2015 sebesar 6%. Sekitar 70% dari produksi kakao olahan Indonesia ditujukan untuk ekspor ke luar negeri. Ekspor bubuk kakao Indonesia ke dunia pada tahun 2015 tercatat sebanyak 58.941 ton.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *