Berita Aktual Kelapa Sawit di Italia

Share Button

Ada hal menarik di awal bulan nopember ini dimana di Milan berkumpul sejumlah peneliti yang membantah dossier yang telah dipublikasikan oleh EFSA (Badan Keamanan Pangan Eropa) pada bulan mei lalu yang menyatakan bahwa kandungan lemak jenuh dalam minyak sawit sangat berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulan dari para peneliti ini jelas membantah dossier tersebut     

“Itu tidak benar bahwa minyak sawit menghasilkan kerusakan kesehatan yang berbeda dari minyak dan lemak lainnya”. Pada saat yang sama sebuah grup supermarket terbesar di Italia Coop melakukan balik arah dan berkampanye untuk memproduksi makanan tanpa minyak sawit sehingga terjadi tarik menarik pendapat soal kandungan lemak jenuh pada minyak kelapa sawit. Coop berpegang pada apa yang telah dinyatakan oleh EFSA sementara Ferrero (produsen nutela) tetap berkeyakinan bahwa lemak jenuh yang terkandung dalam minyak sawit tidak lebih buruk dari kandungan lemak jenuh dalam minyak-minyak lainnya.

Dalam kesempatan itu juga hadir CEO nya Ferrero Alessandro D’Este dan Wakil Menteri Pertanian yang juga seorang ekolog Mr. Andrea Oliviero. Berikut beberapa pernyataan dari beberapa peneliti:

  1. Tidak benar bahwa minyak sawit menghasilkan kerusakan kesehatan yang berbeda dari minyak dan lemak lainnya (Elena Factor, Institut Penelitian Farmakologi Mario Negri Milan).
  2. Bahwa minyak sawit mencegah makanan tidak cepat rusak dan tidak berubah rasa (John Lercker, Universitas Bologna).
  3. Memasang label “tanpa minyak sawit” di kemasan makanan ini sangat tendensius dan menciptakan imej negative terhadap minyak sawit dan seolah-olah bahan makanan selain itu adalah yang terbaik (Claudio Bosio, Universitas Katolik Milan).
  4. Bahkan Peniliti Chiara Champione dari Greenpeace pun menyatakan “tidak benar bahwa lingkungan rusak jika Anda menggunakan minyak kelapa sawit yang bersertifikat sesuai dengan standar ketat
  5. Minyak sawit – jika telah mengalami proses industri seperti untuk makanan dan mempertahankan vitamin E – juga mengandung zat yang melawan kanker dan melawan banyak penyakit lainnya. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah studi dari University of Milan bekerja sama dengan University of Aquila, penelitian yang diterbitkan pada bulan Juli 2016 dalam jurnal Laporan Ilmiah – Nature Publishing Group.

http://24o.it/links/?uri=http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4996065/&from=Ricerca%3A+una+sostanza+contenuta+nell%E2%80%99olio+di+palma+%28e+non+solo%29+combatte+il+cancro

Sementara itu Alessandro D’Este, Managing Director dari Ferrero Commercial Italia pada  kesempatan itu menyatakan bahwa justru minyak kelapa sawit ini mengandung antioksidan  yang juga menjaga rasa alami dari kacang hazel dan cokelat sehingga rasa dari keduanya terasa sekali tanpa tercampur aduk dan menciptakan rasa lain . Inilah yang telah memberikan kesuksesan mendunia pada produk nutela selama 50 tahun terakhir ini. “Kami ingin berbicara dengan para ahli untuk tanggung jawab kita miliki terhadap konsumen kami – demikian diteruskan ALessandro D’Este. – Kami mendengar mereka takut, pasti; mereka bertanya-tanya apa yang mereka harus memilih dan agak bingung dengan komunikasi, tidak selalu transparan. ” Untuk itu kami perlu mengungkapkan kebenaran melalui para peneliti yang hadir disini.

Pada kesempatan yang sama wakil menteri pertanian Andrea Oliviero juga menyatakan hal senada tentang kebersinambungan dari minyak kelapa sawit ini. Produksi minyak sawit ini menggunakan standar sertifikasi yang ketat POIG dan RSPO yang juga dipromosikan oleh WWF, dengan mengutamakan kualitas produksi tanpa harus membakar lahan gambut dan memusnahkan hutan hujan tropis. Untuk itu Ferrero mendapatkan penghargaan dari Greenpeace karena telah menerapkan standar RSPO dan POIG dengan ketat dalam penggunaan minyak sawit pada produk-produknya. Bahkan wakil menteri pertanian ini mengatakan bahwa “Saya sebut ini sebagai terorisme misinformasi yang secara sengaja dilancarkan dengan memanfaatkan pengetahuan masyarakat awam yang sudah pasti ditunggangi kepentingan ekonomi yang sangat spesifik, yang ditujukan untuk penggantian produk dan untuk menciptakan gangguan di pasar,” demikian ditegaskan Deputi Menteri Pertanian Andrea Olivero.

Sumber ( Harian il Sole 24, dan Harian La Repubblica)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *