REMPAH (PALA)

Menurut data dari WTA/Istat, trend pasar ekspor buah biji pala utuh di Italia baru berjalan pada tahun 2015 dan tidak ada kegiatan ekspor sejak lima tahun sebelumnya. Nilai import biji pala sebesar itu untuk konsumsi masyarakat Italia sendiri yaitu dijadikan sebagai bahan pelengkap makanan berupa minyak atsiri, oleoresin tersari, dan mentega serta untuk bahan campuran kosmetik, parfume dan obat-obatan. Adapun lainnya untuk ekspor ke negara Belanda, Yunani, Inggris, dan Perancis.

Produk biji pala yang di import dari Indonesia pada tahun 2018 sebesar 74,88% sisanya sebesar 23% adalah pala bubuk / serbuk pala. (Sumber WTA) Ekspor pala Italia pada tahun 2015 mencapai 0,10547 juta USD, sementara sangat jauh perbandingannya dengan impor pada tahun yang sama yang mencapai 4,280679 juta USD.

Indonesia adalah negara importir pala nomor satu ke Italia yaitu sebesar 74,06% atau senilai 4,069 juta dollar Amerika dari total impor pala Italia sebesar 5,494 juta dollar Amerika . Jerman adalah pesaing nomor satu dengan nilai impor mencapai 5,891% dari total impor pala di Italia, disusul Belanda sebesar 4,94%.

Laporan Informasi Intelijen Bisnis ditujukan bagi para pelaku usaha maupun eksportir yang bergerak di sektor bisnis pala Indonesia. Laporan ini diharapkan dapat membantu mereka untuk melihat dan memanfaatkan peluang ekspor dan pemasaran ke pasar Italia.

Laporan ini secara khusus disusun sebagai sebuah guideline yang menyajikan informasi praktis mengenai langkah-langkah yang perlu diambil sebelum dan saat memulai ekspor produk terkait ke Italia. Hal ini diharapkan dapat mempermudah realisasi kerjasama dagang antara eksportir Indonesia dan importir Italia.

Untuk mendapatkan hasil riset secara lengkap, Anda dapat mengirimkan permintaan melalui form kontak dengan subyek “Research Access”.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *