CHILDREN TOYS

CHILDREN TOYS (HS 9503)

Industri mainan anak Indonesia cukup potensial untuk dikembangkan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Produsen Mainan Anak Edukatif dan Tradisional Indonesia (Apmeti). Nilai ekspor mainan anak secara keseluruhan mencapai 400-500 juta dollar AS. Adapun negara tujuan ekspor mainan anak dari Indonesia tersebut meliputi Amerika, Eropa, Jepang dan Timur Tengah, di mana Jepang termasuk negara yang relatif baru menjadi tujuan ekspor.

Untuk tahun 2017, penyerapan mainan anak naik 10%-20% seiring rencana Kementerian Perindustrian untuk melakukan nota kesepahaman untuk pengadaan produk industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri, seperti puzzle, bongkar pasang, dan balok.

Pasar mainan tradisional dan elektronik di Italia masih berpotensi Contohnya, nilai impor produk tersebut meningkat dari senilai € 63.78 juta pada bulan Juli 2016 menjadi € 92.39 juta pada bulan Agustus 2016. Nilai impor Italia untuk produk mainan anak ini rata-rata sebesar € 59.85 juta dalam rentang 25 tahun terakhir (1991-2016), dengan nilai impor terbesar pada bulan Oktober 2012 dimana nilai tersebut mencapai € 144.8 juta.

Oleh karena itu, kita dapat mengambil kesimpulan awal bahwa peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk mainan anak (HS 9503)  ke Uni Eropa, tidak terkecuali ke Italia masih terbuka lebar.

Riset ini ditujukan untuk memberikan informasi terbaru terkait peluang pasar ekspor mainan anak dari Indonesia ke Italia, sekaligus hal-hal yang menjadi hambatan perdagangan produk mainan anak Indonesia ke Italia. Riset ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kepentingan dan pengusaha di Indonesia untuk peningkatan ekspor produk mainan anak ke Italia.

Untuk mendapatkan hasil riset secara lengkap, Anda dapat mengirimkan permintaan melalui form kontak dengan subyek “Research Access”.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *