CACAO POWDER

CACAO POWDER (HS 2805)

Bubuk Kakao atau dalam dunia perdagangan internasional diklasifikasikan dengan kode HS 1805 merupakan salah satu produk turunan dari komoditi kakao.Dari pengolahan biji kakao pasca tahap pemrosesan awal, yang terdiri dari fermentasi, pengeringan, pemanggangan (roasting) dan pengupasan kulit (winnowing), kemudian dihasilkan campuran potongan kakao (cocoa nib).

Potongan kakao ini selanjutnya digiling (grinding) untuk memisahkan bagian padat dari bagian cair. Kedua bagian tersebut masing-masing diolah lebih lanjut untuk menghasilkan bubuk kakao (dari bagian padat) dan mentega kakao (dari bagian cair). Beberapa negara di Eropa seperti Belanda dan Jerman merupakan penggiling kakao utama bagi dunia yang secara kumulatif memproduksi ground cocoa sebanyak lebih dari 900.000 ton selama periode tahun 2014-2015.

Dengan aktifitas sektor penggilingan kakao yang tergolong minim yang hanya menguasai share sebesar 6% dari total volume penggilingan kakao yang dilakukan di Eropa sebanyak 1,3 juta ton di tahun 2015, Italia mengandalkan suplai produk kakao olahan, baik itu dalam bentuk bubuk maupun mentega, dari Jerman, Belanda dan negara-negara penghasil kakao dunia. Strategi impor ini dilakukan guna mendukung keberlangsungan produksi industri terkait, diantaranya industri makanan, kosmetik dan farmasi yang dari sisi permintaan memperlihatkan trend positif dalam periode 5 tahun terakhir.

Sebagaimana dilaporkan International Cocoa Organization (ICCO) pada Grafik 1 di atas, Indonesia termasuk dalam TOP 5 negara penyuplai ground cocoa bagi dunia, meski terlihat sedikit penurunan produksi selama periode tahun 2014-2015 sebesar 6%. Sekitar 70% dari produksi kakao olahan Indonesia ditujukan untuk ekspor ke luar negeri. Ekspor bubuk kakao Indonesia ke dunia pada tahun 2015 tercatat sebanyak 58.941 ton.

Riset ini ditujukan untuk memberikan informasi terbaru terkait peluang pasar ekspor bubuk kakao dari Indonesia ke Italia, sekaligus hal-hal yang menjadi hambatan perdagangan produk bubuk kakao Indonesia ke Italia. Riset ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kepentingan dan pengusaha di Indonesia untuk peningkatan ekspor produk bubuk kakao ke Italia.

Untuk mendapatkan hasil riset secara lengkap, Anda dapat mengirimkan permintaan melalui form kontak dengan subyek “Research Access”.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *